Dampak Sosial Digitalisasi

Home / Kopi TIMES / Dampak Sosial Digitalisasi
Dampak Sosial Digitalisasi Prof Dr Rochmat Wahab. (Grafis: TIMES Indonesia)

TIMESHALMAHERA, YOGYAKARTA“New technologies and approaches are merging the physical, digital, and biological worlds in ways that will fundamentally transform humankind. The extent to which that transformation is positive will depend on how we navigate the risks and opportunities that arise along the way.” - Klaus Schwab

Digitalisasi mewarnai kehidupan era kini dan mendatang, bahkan bisa saja dikatakan sebagai, sesuatu yang didewa-dewakan, seperti “ilah”. Keberadaannya tidak bisa dihindari dapat berdampak positif dan negatif. Suatu era yang secara massif, membuat semua anak Adam harus menyesuaikan perilakunya, sehingga mereka tidak menjadi objek digitalisasi.

Hakekat Digitalisasi adalah integrasi tekonologi  digital ke dalam kehidupan sehari-hari melalui digitalisasi sesuatu yang dapat digitalisasikan. Makna literal digitalisasi memberikan suatu ide pengembangan yang nampak dan dunia yang bergantung pada teknologi. Adopsi teknologi digital untuk memodifikasi model bisnis yang bertujuan untuk menciptakan suatu nilai dari penggunaan teknologi baru dan maju dengan mengeksploitasi dinamika jaringan digital dan arus digital raksasa informasi.

Teknologi digital sebagai  produk inovasi tentu menjanjikan banyak kebaikan dan manfaat, sebagai sifat katakter itu sebdiri. Karena itu teknologi digital diharapkan sekali mampu tunjukkan dampak positifnya. Teknologi digital membantu hidup kita menjadi lebih baik. Layanan pemasaran secara digital juga membantu orang-orang menjadi lebih efisien dan produktivitas meningkat. Tekonologi digital juga bisa hemat waktu dan uang.

Selanjutnya teknologi digital memiliki dampak yang lebih besar terhadap karakteristik fundamental budaya yang mencakup hukum, seni, bahasa, mobilitas, layanan kesehatan, agama dan pendidikan. Secara rinci dampak positifnya sebagai berikut: Pertama, kemajuan teknologi telah memperbaiki secara signifikan standar hidup kita. Orang-kang bergaji, makan, dan berpakaian lebih baik serta menikmati hidup lebih nyaman. Kedua, pengembangan teknologi bidang medis yang lebih maju telah memungkinkan para dokter menggunakan peralatan yang lebih mutakhir yang dapat memberikan direksi penyakit secara cepat dan akurat. Hal ini membantu dalam memberikan tindakan yang lebih awal. Video conference memungkinkan dokter melakukan tindakan kepada pasien di lingkungan virtual.

Ketiga, teknologi juga bermanfaat di bidang hukum, di mana hakim dapat berkomunikasi dengan kriminal yang tidak diijinkan masuk ke ruang sidang yang disebabkan oleh faktor keamanan. Keempat, alat komunikasi mobil adalah keuntungan utama lainnya. Dengan HP, seseorang dengan mudah dapat bicara dengan keluarga dan sahabat kendatipun jaraknya berjauhan.

Kelima, internet telah memberikan keuntungan lebih besar kepada orang-orang yang terutama tinggal di daerah pedesaan atau yang ada di daerah 3 T (tertinggal, terdepan dan terluar) untuk mengambil paket perkuliahan. Keenam, teknologi penerbangan telah membantu kita mencapai kota yang jauh dalam waktu beberapa jam, dibandingkan daripada mrnggunaksn transpirtasi lainnya.

Ketujuh, digitalisasi telah menkoneksiksn orang-orang kampung yang berada di bawah layanan dan tak terjangkau membuat mudah untuk mengakses informasi dan teknologi. Kedelaoan, adopsi digitalissi telah membantu Bank untuk membrikan tingkat layananan kepada pelanggan semakin membaik, melalui transaksi langsung yang nontunai.

Kesembilan, jaringan sosial telah membantu orang-orang untuk berkoneksi dengan teman-teman lama dan keluarga serta sharing informasi dengan mereka dalam waktu detikan. Kesepuluh, digitalisasi dalam bidang pertanian telah membuat kita dapat memenuhi berbagai ragam makanan orang-orang di seluruh dunia. Kesebelas, digitalisasi di bidang agama telah banyak membantu ummat untuk mengakses data multimedia untuk pengayaan dan pendalaman pengetahuan agama di damping untuk pengamalan agama secara kolektif dan online.

Masih banyak keuntungan yang bisa dipetik dari digitalisasi yang tidak hanya untuk kepentingan hidup di dunia, melainkan juga untuk kepentingan di akhirat. Kendatipun demikian kita juga jangan terjebak pada keuntungannya, namun kita juga perlu mencermati dampak negatifnya, karena teknologi digital juga cenderung membuat kita kecanduan, sehingga hidup kita sangat tergantung pada digital.

Diam-diam terjadi proses dehumanisasi. Penggunaan digital yang kurang tepat bisa jadi meng-abu sekira sehingga keamanan dan kesehatan kita menghadapi konsekuensinya. Ada sejumlah potensi dampak negatif digitalisasi terhadap kehidupan masyarakat. Pertama, efek digitalisasi terhadap kehidupan ekonomi, Yang dibuktikan dengan perubahan jenis pekerjaan yang berubah secara berarti, ditambah dengan konversi pekerjaan dengan robot.

Kedua, setiap kemajuan teknologi telah berhasil dalam destruksi kreatif. Televisi telah mempengaruhi bangunan mental anak, jika tidak didampingi me intonta bisa merusak pikiran dan hati anak. Kedua, penggunaan sera it sintetik telah mempengaruhi secara negatif serabut katun.

Ketiga, sebagian besar hal yang diotomasikan pada saat-saat ini, teknologi telah menguragi tenaga manual dalam suatu organisasi,  insitutusi atau industri. Kondisi ini berdampak terhadap angka pengangguran.

Keempat, dengan tumbuhnya secara pesat transaksi finansial secara online, kemungkinan cybercrime dan penipun secara online akan meningkat. Kelima, Sekarang lebih dari negara-negara yang ada sebelumnya dalam menguatkan senjata nuklir dan atom sebagai jaminan untuk keamanan. Keenam, untuk menjamin hubungan dalam keluarga yang baik, keluarga bukan melakukan interaksinyang penuh kehangatan, tetapi cukup kirim sms, wa, telepon, atau Video call saja.

Ketujuh, dewasa ini anak-anak menjadi lebih kecanduan TV, online game, dan jaringan sosial berbasis web. Kondisi ini membuat kesehatan anak dengan orangtua, saudara dan teman menjadi berkurang secara berarti. Kedelapan, kasus salah penggunaan informasi  dan foto di media sosial telah meningkat. Bahkan belakangan ini sedikit marah penggunaan hoaks yang tidak perlu dan merugikan semua.

Kesembilan, penggunaan penyubur dengan dosis yang tinggi telah berdampak jelek terhadap kondisi tanah. Karena itulah menyebabkan hilangnya penyuburan alamiah dan mengatahkan kepada punahnyab berbagai varitas tanaman. Kesepuluh, teknologi otomotif yang menguntungkan arus balik orang-orang telah menjadikan adanya peningkatan secara berarti polusi.

Digitalisasi adalah suatu keniscayaan dari perubahan yang harus terjadi. Semakin membuktikan bahwa di akhir abad ke-20 telah terprediksi dan terinformasikan bahwa pada abad ke-21 akan terjadi banyak hal baru dan inovasi dalam kehidupan kita yang tidak pernah ada di era sebelumnya.

Kini kita semua menjadi saksi bersama bahwa realita itu benar-benar membenarkan ramalan itu. Oleh karenanya, kita baik secara sendiri-sendiri, kolektif dan institusional perlu merespon dengan bertindak proaktif, bukan reaktif terhadap persoalan yang ada.

Kita perlu mengoptimalkan dampak positifnya, dan mengatasi dampak negatifnya. Dalam memanfaatkan dampak positifnya perlu menujukkan integritas kita sehingga memiliki nilai tambah baik untuk kita, orang lain, bangsa dan lingkungan.

Demikian juga dalam rangka menyikapi dampak negatif, kita perlu wujudkan pikiran kreatif dan inovatif, misalnya ciptakan kendaraan berbasis listrik untuk kurangi polusi, menanamkan nilai-nilai agama untuk anak-anak sebagai filter terhadap pengaruh yang tidak baik, menanamkan nilai kejujuran pada kita dalam kehidupan, sehingga kita terjaga dalam penggunaan digital.

Demikian beberapa hal yang perlu direnungkan dan didiskusikan untuk bisa terlibat dalam implementasi teknologi digital secara produktif dan bermakna bagi kehidupan sendiri, keluarga, agama, orang lain, bangsa, dan manusia. Kita harus menjadi subjek, bukan objek. Kita perlu memiliki spirit inisiator atau leader, bukan follower. Akhirnya kita perlu terus siap eksis untuk menjadi, bukan hanya sekedar ada dalam hidup berdigitalisasi. Semoga kita menjadi orang yang beruntung, bukan merugi dalam ridlo Ilahi. Aamiin. (*)

*) Penulis adalah Prof Dr Rochmat Wahab, Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Periode 2009-2017, anggota Mustasyar PW Nahdlatul Ulama (NU) DIY, Pengurus ICMI Pusat.

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com